Khaibar
memasuki harem, para pelayan berlari dan berteriak minta tolong. Jodha dan para
ratu lainnya ketakutan melihat Khaibar. Khaibar mengendus selendang Jodha lalu
mengendus udara. Ia semakin mendekat, para ratu berteriak ketakutan. Hoshiyar
dan Resham berusaha melawan, namun di hempaskan dengan begitu mudahnya. Pada
saat yg sama. di halaman istana Jalal masih
berusaha membebaskan diri dr himpitan
balok.

Khaibar
menarik tangan Jodha, Jiji anga berusaha
menarik tangan Jodha yg satunya, Khaibar lalu membopong Jodha. para ratu
berteriak meminta Jodha di lepaskan.
Jalal
akhirnya terbebas, Jodha yg di panggul Khaibar berteriak meminta tolong :”
tolong.. Yang Mulia, tolong!” Jalal kaget mendengar teriakan Jodha, ia
ketakutan melihat Jodha di culik.
Jodha
memukul-mukul punggung Khaibar minta di
lepaskan. namun Khaibar terus berjalan. Jalal dan yg lainnya berlari mengejar
namun mereka tertinggal jauh. Jalal berhenti, ia memerintahkan orang untuk
menyiapkan kuda. seorang prajurit keluar
mengendarai kuda.
Atghah
:” baik, Yang Mulia”
Jalal,
dan semua pangeran Amer berkuda mengejar Khaibar, pasukan pejalan kaki
mengikuti di belakang membawa obor
Khaibar
memasuki hutan, Jodha terus memukul dan meronta minta di lepaskan, namun
Khaibar bergeming.
Jalal
sampai di tempat yg tadi di lewati Khaibar, seorang prajurit melapor :” Yang
Mulia, sepertinya dia memasuki hutan, sangat sulit mencarinya di malam hari”
Jalal
:” kita harus terus mencari Ratu Jodha, kita tidak akan berhenti sebelum
menemukannya.” Jalal kembali melarikan kudanya
Jodha
mulai kelelahan karena terus meronta, terfikir olehnya untuk meninggalkan jejak
, ia mulai menjatuhkan perhiasannya 1 per 1 untuk memberi petunjuk pada Jalal
di
kemah Kabul, Abu mali marah-marah
setelah mendapat laporan bahwa semua prajuritnya telah mati dan kini Khaibar
menculik Jodha. pada Mahacuhchak, Abu
Mali berkata :” lihatlah, senjatamu telah menipumu!”
Mahacuhchak
membentak :” Diam!” dia lalu menghampiri si pembawa pesan :” jika berita ini
benar, aku akan memberimu hadiah.” Mahacuhchak melepaskan gelangnya lalu
memberikannya pada si kurir pesan.
Abu
Mali heran :” kau senang dengan kabar ini?”
penasihat Mahacuhchak yg menjawab :” Abul
Mali, kau harus tahu cara berfikir seorang ratu”
Abul
Mali :” aku tidak mengerti”

Mahacuhchak tersenyum sinis :” kau bodoh! justru ini yg
ku inginkan. aku menginginkan kepala Jalal, namun Khaibar justru membawakan
pujaan hatinya, yaitu Ratu Jodha. Dia akan membawa Jalal kemari. ini melebihi
harapanku. bagus, Khaibar! aku sangat
senang sekali”
sementara
itu, Khaibar sudah menurunkan Jodha, ia menyeret Jodha masuk ke sebuah goa.
Jodha yg terus meronta di lempar oleh Khaibar hingga terjatuh. Khaibar
mengendus selendang jodha yg terus di bawanya, ia lalu mengendus udara. Jodha
semakin ketakutan karena Khaibar mendekat. Khaibar menarik tangan Jodha yg
terluka lalu mengendusnya. Khaibar kembali mengendus selendang untuk
mencocokkan baunya. Khaibar menggeram marah. Ia lalu mengambil sebuah batu
besar yg hendak di lempar ke Jodha. Jodha ketakutan, ia terus memohon :” kumohon,
jangan sakiti aku. aku sedang mengandung.” khaibar menjadi bimbang, ia
menggeram membuat Jodha takut. Jodha menjerit saat Khaibar melempar batu nya.
untunglah Khaibar sengaja melemparnya meleset, Jodha beringsut ketakutan.
Khaibar
melihat cahaya masuk dari mulut goa, ia mengambil batu lainnya lalu menutup
mulut goa.
Jalal
menemukan jejak langkah Khaibar, ia lalu mengajak prajuritnya mengikuti jejak
Khaibar, mereka menerabas hutan untuk mencari Jodha.
Di
goa, Khaibar terus menggeram, sesekali ia melirik Jodha. Jodha sudah tidak
terlalu takut, perlahan ia mulai tenang. Jodha berdoa dalam hati :” Dewa,
kumohon lindungi anakku.”
Khaibar
menabur pasir di luka yg ada di kakinya, ia melihat Jodha terus memegang
tangannya yg terluka. Khaibar mendekati Jodha, Jodha bersiap mengambil sebuah
batu untuk menyerang Khaibar. Khaibar mengambil tangan Jodha, ia lalu menabur
pasir di atas luka Jodha agar tidak terus berdarah.
Khaibar
meninggalkan Jodha yg masih heran dengan kelakuan nya. Jodha mengiba :” Yang
Mulia, cepatlah datang, aku sangat membutuhkanmu”
di
hutan, Jalal masih terus mencari jejak Jodha, dalam hatinya, Jalal berkata :”
ratu Jodha, tenanglah. aku akan segera menemukanmu.”

Jodha
melihat pasukan mendekat, ia lalu memanggil mereka karena mengira itu pasukan
agra.
Jalal
menyuruh pasukan nya berhenti karena sepertinya ia mendengar ada yg memanggil
namanya.
![]() |
himeaime.bogspot.com |
Maansing
:” kurasa ratu jodha sudah dekat, ini jejaknya” maansing menunjuk ke tanah
Jalal
apatis :’ mungkin saja itu hanya pengalihan”
Maansing
kukuh :” Ratu Jodha pasti sudah dekat”
Jalal
:” aku tahu, tapi kita harus memastikannya dulu”
prajurit
yg lain :” aku jg yakin ratu jodha sudah dekat, yang mulia. ini pasti jejak
ratu jodha”
Jalal
melihat sesuatu di tanah, ia lalu mendekatinya :” apa itu? “ Jalal menemukan
gelang jodha
(Flashback : jalal sedang bersama
Jodha, ia memegang sebuah gelang. Jalal :” aku akan senang jika kau mau memakai
gelang ini.” Jodha menerimanya dengan senang hati, ia mengulurkan tangan nya
agar Jalal bs memakaikannya)
di
hutan, Jalal memegang gelang jodha :” ini gelang ratu jodha, ia pasti sengaja
menjatuhkannya untuk kita, untuk meninggalkan jejak. dia sudah dekat. aku ingin
kalian mencari jejak yg di tinggalkannya, ayo”
Jodha
berlari mendekati pasukan di depannya, ia
berhenti karena terengah-engah :’ itu pasti Yang Mulia bersama pasukan dari
istana” himeaime.bogspot.com
setelah
mereka mendekat, barulah Jodha sadar itu pasukan ratu Mahacuhchak, namun ia tidak bs kabur karena
prajurit sudah mengepungnya.
kepala
prajurit :” mari ratu jodha, Yang mulia ratu sudah menunggumu”
dalam
hati Jodha :” tidak, aku tidak boleh tertangkap oleh mereka.” jodha mundur
perlahan-lahan
kepala
prajurit :” kau tidak bs kabur”
prajurit yg lain :” ayo kita tangkap dia, agar
mendapatkan hadiah dr ratu Mahacuhchak”
Jodha
:” jangan mendekat, raja akan menghukum kalian! jangan mendekat!”
prajurit
:” percuma saja, kau tidak akan bs kabur dari sini. tangkap dia!”
Jodha
berteriak “ tidak ! yang mulia, tolong
aku”
di
tempat lain, Jalal terdiam, ia mendengar teriakan Jodha, prajurit yg lain pun
mendengarnya, Jalal menyuruh mereka bergegas karena jodha sudah dekat.
pasukan
Mahacuhchak menangkap Jodha, tiba-tiba Khaibar datang. ia menyerang para
prajurit. salah seorang prajurit mencoba menenangkan khaibar, namun Khaibar
terus menyerang. setelah membunuh semua prajurit, Khaibar mendekati Jodha, ia
menguncang-guncang jodha sambil terus
menggeram, nadanya seperti bertanya :” kenapa?” himeaime.bogspot.com
jalal
yg melihat dr jauh, berlari kencang menghampiri, ia menebaskan pedangnya ke
punggung Khaibar
1 Komentar untuk "SINOPSIS JODHA AKBAR 294"
Mbaa ditunggu kelanjutan nya yaaa
Reques ep 234
Thx
Terimakasih atas kunjungan anda. Mohon tidak copy paste artikel yg ada di blog ini, terimakasih