Perayaan kehamilan Jodha
akan segera di mulai, semua sudah duduk di tempatnya masing-masing, namun Jodha
belum jg datang, ia masih dalam perjalanan.

Penjaga mengumumkan
kedatangan Ruqaiya, Ruqaiya memasuki ruang sidang dengan tak kalah anggunnya.
Ruqaiya mendekati jodha dan jalal, dia memberi selamat :” selamat Ratu Jodha,
kau akan segera melahirkan penerus kerajaan Mughal.”
Jodha tersenyum :”
Terimakasih, Ratu Ruqaiya.”

Raja Bharmal dan para
pangeran Amer maju menyerahkan hadiah mereka, selanjutnya Salima jg melakukan hal yg
sama. Jodha tersenyum senang saat menyentuh hadiah-hadiah mereka. Ruqaiya
tersenyum terpaksa melihat kebahagiaan Jodha.
Jalal menatap Jodha, ia
berkata :” ratu jodha, di hari yg berbahagia ini, aku jg ingin memberikan kau
sesuatu. katakan apa yg kau inginkan, aku akan memberikannya padamu. Jadi,
katakan apa yg kau mau?”

Jodha :” dia jg berhak
mendapatkan hadiah, karena dia jg akan menjadi ibu dari anak ini”
Semua orang tersenyum
mendengar kebaikan Jodha. Jalal pun memujinya :” MasyaAllah, kau sungguh perhatiaan sekali”
jalal menoleh pada ruqaiya, “ ratu ruqaiya, apa yg kau inginkan?”
Ruqaiya tersenyum :” Yang
Mulia, aku tidak butuh apapun saat ini, tapi nanti aku akan kembali meminta
hadiahku”

Jalal mengumumkan pada
semua orang :” di hari bahagia ini, aku ingin berikan hadiah spesial pada ratu
jodha.” ruqaiya iri mendengarnya, jalal memanggil pelayan,
Jalal meminta tangan
jodha, :” mari” Jodha tersenyum, tanpa ragu ia meletakkan tangannya di atas
tangan Jalal, membuat ruqaiya menjadi sangat cemburu.
Jalal menggenggam tangan
jodha, mengajak melihat hadiahnya.


Jodha sangat senang, :”
Indah sekali, ini hadiah terbaik yg pernah aku dapatkan, terimakasih”
Jalal tersenyum, ia
meletakakkan tangan nya di belakang kepala jodha, “ jangan berterimakasih dulu,
kau belum lihat hadiah utamamu,” jalal menyuruh pelayan, ia lalu menepuk
tangannya. Jalal mengajak jodha duduk kembali.
Para musisi menyanyikan
lagu pujian untuk Jodha, Amer Ki Rajkumari. Jodha sangat bahagia, sedang
ruqaiya terlihat sangat kesal, iri pada perhatian Jalal ke Jodha, selain itu
jalal tidak pernah menoleh pd ruqaiya, fokusnya hanya pada jodha.

khaibar melepas topengnya,
ia mengambil golok lalu keluar dr kandang, si pawang tertawa terbaha-bahak,
puas melihat kebuasan khaibar.
prajurit machucak
mengendap-endap ke gerbang, mereka menghabisi para penjaga 1 per satu. lalu
mereka memanjat tembok istana.
Jalal dan para menterinya
belum mengetahui penyerangan itu, mereka masih bergembira, setelah musisi
selesai bernyanyi, jalal bertanya pada jodha :”
apa kau suka hadiahmu, ratu jodha?”
jodha tersenyum :” luar
biasa, terimakasih”
Jalal :” jangan berterimakasih
dulu, masih banyak hadiah lain untukmu”
jalal kembali menepuk
tangannya,
kali ini, Tansen yg
bernyanyi, ruqaiya semakin terbakar
cemburu, apalagi jalal duduk sangat dekat dengan jodha dan
mengabaikannya. semua terhanyut dengan suara tansen, tanpa sadar jodha
mengetuk-ngetukkan tangannya, jalal kemudian menggenggam tangan jodha, ruqaiay
tidak senang melihatnya.
sementara itu, di luar
hujan, sedang khaibar semakin dekat dengan gerbang istana, dengan mudah ia bs
masuk. khaibar menebas dan membantai semua prajurit yg mencoba menghadangnya.
Khaibar mengendus udara, mencari bau jalal. beberapa prajurit mencoba
menghadang dengan melempakar balok , namun khaibar menangkapnya dengan mudah.
seorang prajurit berteriak menyuruh rekannya melapor pada athgah khan
di dalam istana, tansen
masih bernyanyi, semua orang memuji nya. setelah selesai, jalal memujinya dan
berterimakasih. pada jodha, jalal berkata :” kapan pun aku mendengar Tansen
menyanyikan lagu ini, aku akan
memikirkan mu ratu jodha.”
pada semua orang, jalal
mengumumkan :” mulai saat ini tansen akan tinggal bersama kita di agra, dia
salah satu permata paling berharga di mughal.”
tansen mengatupkan
tangannya berterimakasih.
pelayan mengedarkan
minuman, seorang prajurit mendekati athgah melapor kalau istana sudah di
serang. Athgah dan todarmal mendekati jalal “ yang mulia, istana sedang di
serang, pemimpin mereka sepertinya sangat berbahaya”
jalal marah mendengarnya,
ia menyuruh todarmal dan raja bharmal mengungsikan para wanita dan anak-anak ke
tempat yg aman. ia berpesan agar para wanita tidak boleh mengetahui penyerangan
ini, agar mereka tidak panik. jalal lalu memerintahkan athgah menyiapkan pasukan, mereka akan bersiap
menyerang musuh.
jalal dan athgah serta
para pangeran amer berjalan keluar untuk menghadapi penyerang nya. sementara
itu todarmal dan raja bharmal mendekati
tempat para wanita, dari balik tirai bharmal berkata :” semua wanita di minta mengikuti
kami, ini perintah raja!” melihat para ratu gelisah dan bertanya-tanya ada apa,
bharmal menenangkan mereka “ tidak perlu khawatir, ikuti saja perintah kami,
ayo..”
jalal dan rombongan jalal bergegas,
jodha mencegat mereka :” yang mulia, ada apa? “ jalal salah tingkah, ia memaksakan
diri tersenyum, jalal menepuk kepala jodha :” tidak ada apa-apa, silahkan lanjutan,
aku akan segera kembali.” jalal kembali berjalan, namun jodha tidak percaya
dengan ucapan jalal, ia memandang punggung mereka dengan khawatir.
jalal sudah memakai
pakaian perangnya, ia melihat prajuritnya di bantai :” itu adalah pasukan ratu
mahachuchak! "
Athgah menjawab :” nigar
benar, yang mulia”
Jalal yg sudah sangat
marah berkata :” mereka akan membayar atas semua yg sudah mereka lakukan, ikuti
aku!”
Jalal dan rombongan nya
akhirnya melihat khaibar. athgah menyuarakan kekagetanya :” astaga, apa itu?
dia seperti bukan manusia.”
Khaibar mengaum, athgah
kembali bicara :” aku pernah dengar rumor tentang mahkluk seperti ini,
sepertinya rumor itu benar.”
para ratu menyaksikan dari
jendela balkon, jalal menyerang khaibar, namu di hempaskan dengan mudahnya. para
ratu menjadi ketakutan akan keselamatan jalal. jalal menangkap pedang yg di
lemparkan todarmal, jalal menebas kaki khaibar, namun hanya berhasil
menggoresnya sedikit, jalal kembali di hempaskan. todarmal, athgah dan para
pangeran amer mengeroyok nya, namun dengan mudah bs di kalahkan. khaibar lalu
menghajar jalal.
jodha berteriak ketakutan,
tanpa sengaja perhiasannya nyangkut sehingga membuat tangannya tergores dan berdarah, jodha
mengusapkan darahnya ke selendang. jodha yg panik, ingin menemui jalal namun salima
mencegahnya, angin menerbangkan selendang jodha hingga menutupi wajah khaibar.
khaibar mencium darah jodha, ia kemudian berhenti menyerang jalal,
flashback : pawang khaibar memberitahu mahachuchak
jika khaibar akan membunuh siapapun yg darahnya di endus khaibar, sebab khaibar
meminum darah
khaibar mengendus udara
mencari jodha, ia melemparkan balok pada jalal, untung bawahannya dngan sigap
menahan balok hingga tidak mengenai jodha
3 Komentar untuk "JODHA AKBAR EPISODE 293"
Lanjutin min .. :-)
Lanjutkan tulisannya min
sabar yaaa
Terimakasih atas kunjungan anda. Mohon tidak copy paste artikel yg ada di blog ini, terimakasih